Kisah Kita di “Radio Galau FM”

radiogalaufm

REVIEW FILM
Judul : Radio Galau FM
Sutradara : Iqbal Rais
Pemain : Dimas Anggara, Natasha Rizki, Alisia Rininta,
Jordi Onsu, Indri Giana, Joe P Project, Tiara Sumiarto
Genre : Drama Komedi
Durasi : 91 Menit
Galau, siapa yang tidak tahu arti galau. Semua orang pasti pernah galau. Mulai dari perempuan sampai laki-laki. Mulai dari bayi sampai nenek-nenek. Mulai dari wanita cantik sampai waria. Mulai dari sabang sampai merauke. Salah satunya adalah seorang siswa SMA Jaya Giri kelas XI IPA 2, Barra Mahesa (Dimas Anggara). Dia udah jomblo sekitar tiga tahun. Malam minggu dia lewatkan hanya bersama laptop kesayangannya, makanya dia sering di olok-olok oleh kakak yaitu Rara (Tiara Sumiarto) dan ayahnya (Joe P Project). Barra hobi menulis dan bercita-cita ingin mengeluarkan sebuah buku. Karena hobi dan cita-cita itu kadang dijadikan alasan olehnya untuk tidak mencari pacar. Rio (Jordi Onsu) adalah teman Barra disekolah. Tapi bara agak malas dengan dia. Satu, dia selalu memanggil orang dengan sebutan “bro”. Dua, dia selalu merasa paling ganteng satu sekolah padahal wajahnya pas-pasan.
Sepulang sekolah, ada adik kelas bernama tata (Indri Giana) ingin mengenalkan temannya kepada Barra. Vellyn namanya. Wajahnya cantik, imut dan manis. Tidak butuh waktu lama untuk Barra merasa nyaman kepada Vellyn. Barra memutuskan untuk menyatakan cinta kepada Vellyn sepulang sekolah. Velly menerima Barra, itu artinya Barra sekarang punya pacar. Minggu pertama pacaran manis banget. Minggu kedua masih manis banget. Minggu ketiga masih manis. Minggu keempat manis. Bulan kedua manisnya hilang dan berganti asam. Velly sering marah-marah, kesal, minta perhatian lebih, dan ingin selalu diperhatiin. Barra mulai kesal dengan sikap Vellyn. Waktu Barra ingin menghindari Vellyn, dia bertemu senior cantik bernama Diandra (Alisia Rininta). Setelah bertemu Diandra, Barra meminta ‘break’ kepada Vellyn. Barra menduakan Vellyn. Tapi hubungan Barra tidak berlangsung lama dengan Diandra. Ternyata Diandra jauh lebih buruk dibandingkan Vellyn. Dia menyesal putus dengan Vellyn. Barra pun mengajak Vellyn untuk kembali lagi bersamanya. Sambil memegang tangan Vellyn dia berkata bahwa dia menyesal putus dengannya, dan ingin kembali menjalin hubungan. Vellyn dengan tegas menjawab bahwa dia sudah bersama orang lain. Dia berkata bahwa Barra telah menyakitinya dengan cara menduakannya. Barra pun menjadi galau kembali. Di dalam kamar dia memandangi laptopnya sambil mendengarkan radio. Pas, waktu dia mendengarkan temanya adalah move on. Barra mendapat inspirasi dan kembali melanjutkan bukunya yang belum selesai.
Akhir film ini adalah Barra menjadi penulis terkenal dan buku karangannya menjadi best seller. Dia foto-foto dengan para penggemar bukunya. Jalinan pertemanan Barra dengan Diandra tidak berjalan mulus karena Diandra masih membenci Barra. Vellyn memiliki pacar baru satu angkatan dengannya. Dan mereka kelihatan bahagia.

Categories: Film | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: