Cinta Sejati “Habibie dan Ainun”

habibi

REVIEW FILM

Judul Film   : Habbie & Ainun

Sutradara  : Hanung Bramantyo

Pemain       : Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari, Tio Pakusadewo,

Ratna Riantiarno, Mike Lucock, Christoffer Nelwan, Vita Marisa

Esa Sigit, Marsha Natika, Bayu Oktara

Genre         : Drama

Durasi        : 118 Menit

Film ini diangkat dari sebuah novel dengan judul sama yang sangat laris di pasaran. Diceritakan bahwa ada seorang pria bernama Rudy Habbie (Esa Sigit) yang sangat pintar di sekolahnya. Ternyata bukan hanya dia saja yang pintar, ada wanita di kelas lain yang sama pintarnya bernama Ainun (Marsha Natika). Oleh sebab itu Habibie membenci Ainun. Sehingga Habibie mengolok-oloknya dengan panggilan “gula jawa”.

Tuhan mempertemukan mereka kembali di Bandung. Habibie (Reza Rahardian) berkunjung ke rumah Ainun (Bunga Citra Lestari) untuk mengantarkan kue bersama Fanny (Bayu Oktara), Habibie baru saja selesai menyelesaikan studinya di Jerman. Di sinilah Habibie mulai jatuh cinta karena, Ainun yang sekarang jauh berbeda selain cantik, juga lulusan kedokteran Universitas Indonesia. Habibie melamar Ainun dan mengajaknya untuk tinggal di Jerman. Tinggal di Jerman ternyata tidak seindah yang mereka bayangkan. Banyak proyek Habibie yang ditolak. Tapi ia membuat sebuah gerbong kereta yang diuji coba dan ternyata berhasil, mulai saat itu ia berjanji bahwa dia akan membuatkan sebuah truk terbang untuk Ainun dan Indonesia.

Setelah berhasil hidup di Jerman, mereka pulang ke Indonesia. Sesampainya di Indonesia, Habibie segera membuat proyek truk terbang. Proyek tersebut berhasil dan diberi nama “Gatot Kaca”. Indonesia mengalami pergolakan dan Soeharto (Tio Pakusadewo) yang saat itu menjabat sebagai Presiden menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya Habibie. Sayang, kekuasaan yang dimiliki Habibie membuatnya lupa pada istrinya.

Ainun terserang penyakit yang tidak diberi tahukan kepada suaminya, karena takut membuat pikiran suaminya menjadi banyak. Akhirnya penyakit itu diketahui tapi sudah terlambat. Ainun sudah mengalami kanker yang ganas dan tidak dapat disembuhkan. Habibie berusaha keras sampai Ainun sembuh. Menurutnya pengobatan di Indonesia kurang canggih. Maka ia membawa istrinya untuk kembali ke Jerman. Di Jerman Ainun menjalani berpuluh-puluh kali operasi. Hingga akhirnya dia menyerah dan kembali kepada yang Maha Kuasa.

Dari film ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa apabila kita berusaha pasti Tuhan akan memberikan jalan, dan jika kita setia maka pasangan kita pun akan setia hingga akhir hayatnya.(@rosmahocha)

Categories: Film | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: